Tokoh Berikut Menjadi Poros Ilmu Ulama Betawi dan Dunia
Ridwan Saidi dalam Peran Ulama Betawi dari Abad ke-14 Sampai Orde Baru
menjelaskan Junaid Al-Betawi adalah ulama Betawi yang lahir di Pekojan
yang berpengaruh di Makkah walau hanya enam tahun bermukim di sana. Ia
imam Masjid al-Haram, guru para guru yang terkenal se-antero dunia Islam
sunni dan mazhab Syafi`i sepanjang abad ke-18 dan 19.
Menurut Ridwan Saidi, Syekh Junaid
mempunyai banyak murid yang kemudian menjadi ulama terkemuka di tanah
air bahkan di dunia Islam. Misalnya, Syekh Nawawi al-Bantani al-Jawi
pengarang Tafsir Al-Munir dan 37 kitab lainnya yang masih diajarkan di berbagai pesantren di Indonesia dan di luar negeri.
Ada pula muridnya yang lain, yaitu Syekh
Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, imam, khatib dan guru
besar di Masjid al-Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad
ke-19 dan awal abad ke-20 serta pengarang banyak kitab.
Menurut Rakhmad Zailani Kiki dalam Genealogi Intelektual Ulama Betawi,
khusus mengenai murid-murid Betawinya yang kemudian menjadi ulama
terkemuka, belum banyak diketahui kecuali Syekh Mujitaba (Syekh Mujitaba
bin Ahmad al-Betawi) dari Kampung Mester yang dinikahkan dengan putri
Syekh Junaid. Muridnya yang lain adalah Guru Mirshod, Ayah dari Guru
Marzuki Cipinang Muara.
Kiprah Syaikh Junaid Al-Betawi sedikit
banyak terungkap dari catatan perjalanan Snouck Hurgronje, seorang
orientalis terkemuka asal Belanda saat menyusup ke kota Makkah yang
perjalanannya ditulis dan dibukukan dengan judul Mecca in the latter part of 19th Century.
REPUBLIKA

Tidak ada komentar